Pages

(humor) KAMPANYE DI PAPUA

Ini cerita beberapa tahun yang lalu, ketika sedang rame-ramenya kampanye Pemilu. Seorang CALEG DPR dari Jakarta sedang giat berkampanye untuk partainya di sebuah kota kecil di Papua. Ribuan rakyat dikumpulkan oleh Pemda buat menyambut beliau di lapangan kota W. Bendeta dan umbul-umbul dipasang. Meriah. Dan rupanya suatu kebiasaan di situ bahwa rakyat dengan gegap gempita menyambut setiap ucapan para pembesar.

CALEG berpidato: "Saudara-saudara, dalam rangka pembangunan nasional, pemerintah akan meningkatkan usaha untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur!".

Rakyat setempat: "Wiloo-wiloo, wiloo-wiloo!".

CALEG meneruskan: "Jangan sampai saudara-saudara mau dihasut oleh gerakan separatis yang ingin mengacaukan stabilitas!".

Rakyat setempat: "Wiloo-wiloo!".

CALEG lagi: "Hidup Bapak Saya! ".

Rakyat setempat: "Wiloo-wiloo!".

CALEG: "Hidup Partai Saya!"

Rakyat setempat: "Wiloo-wiloo!".

Pidato selesai CALEG turun mimbar dan langsung diantar berkeliling melihat-lihat desa-desa di dekat sini, untuk memberi kesan baik, ia tidak hanya ingin mengunjungi hal-hal yang sudah ditata. Suatu kali ia nekad masuk ke sebuah rumah dan langsung ke halaman belakang untuk melihat bagaimana babi-babi dikandangkan di tempat itu. Ini membuat cemas Pak Bupati, orang asli, yang segera mencoba memberi tahu Ibu itu: "Maaf, Ibu, jangan masuk ke situ. Nanti kalau Ibu terinjak wiloo-wiloo! Wiloo-wiloo babi itu ada bau sekali, Ibu!"

0 komentar: