Waroeng UniQ
![]() |
| .: Waroeng yang menjual barang-barang UniQ dengan harga UniQ :. |
.: silahkan baca sesuka hati :.
sebuah sajak kirimanIni cerita beberapa tahun yang lalu, ketika sedang rame-ramenya kampanye Pemilu. Seorang CALEG DPR dari Jakarta sedang giat berkampanye untuk partainya di sebuah kota kecil di Papua. Ribuan rakyat dikumpulkan oleh Pemda buat menyambut beliau di lapangan kota W. Bendeta dan umbul-umbul dipasang. Meriah. Dan rupanya suatu kebiasaan di situ bahwa rakyat dengan gegap gempita menyambut setiap ucapan para pembesar.
CALEG berpidato: "Saudara-saudara, dalam rangka pembangunan nasional, pemerintah akan meningkatkan usaha untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur!".
Rakyat setempat: "Wiloo-wiloo, wiloo-wiloo!".
CALEG meneruskan: "Jangan sampai saudara-saudara mau dihasut oleh gerakan separatis yang ingin mengacaukan stabilitas!".
Rakyat setempat: "Wiloo-wiloo!".
CALEG lagi: "Hidup Bapak Saya! ".
Rakyat setempat: "Wiloo-wiloo!".
CALEG: "Hidup Partai Saya!"
Rakyat setempat: "Wiloo-wiloo!".
Pidato selesai CALEG turun mimbar dan langsung diantar berkeliling melihat-lihat desa-desa di dekat sini, untuk memberi kesan baik, ia tidak hanya ingin mengunjungi hal-hal yang sudah ditata. Suatu kali ia nekad masuk ke sebuah rumah dan langsung ke halaman belakang untuk melihat bagaimana babi-babi dikandangkan di tempat itu. Ini membuat cemas Pak Bupati, orang asli, yang segera mencoba memberi tahu Ibu itu: "Maaf, Ibu, jangan masuk ke situ. Nanti kalau Ibu terinjak wiloo-wiloo! Wiloo-wiloo babi itu ada bau sekali, Ibu!"
ADA 26 orang caleg gagal mendapatkan suara pada pemilu. Mereka menjadi gila. Oleh tim kesehatan partai, mereka mau di uji kejiwaan di Singapura. Mereka diangkut menggunakan pesawat Hercules yang besar! Saat di udara, mereka berisik karena bermain bola di dalam pesawat.
Sang kapten marah dan menyuruh co-pilot menenangkan mereka.
"Hoi! Berisik banget sih! Jangan main bola di dalam pesawat!" bentak co-pilot kepada mereka.
Akhirnya situasi menjadi tenang. Tapi, lama-lama si kapten curiga karena situasinya terlalu tenang. Dia menyuruh lagi co-pilot untuk mengecek ke belakang. Ketika co-pilot datang, dia kaget setengah hidup (setengah mati juga sama saja kan?). Orang gilanya tinggal 4 orang.
"Hei, kalian kok tinggal berempat? Yang lain ke mana?"
"Abisnya ga boleh main bola di dalem sih. Mereka jadi main bola di luar."
YOGYAKARTA | SURYA - Calon anggota legislatif (caleg) yang stres karena gagal duduk di kursi DPR atau DPRD merupakan orang yang bermental pencari kerja, bukan pribadi seorang pemimpin.
“Mereka yang maju sebagai caleg namun gagal kemudian stres dan berbuat aneh-aneh bukanlah pribadi seorang pemimpin, karena motivasi mereka hanya untuk memperoleh finansial dan hanya bermental pencari kerja,” kata Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Noor Rahman Hadjam, di Yogyakarta.
Ia mengatakan, caleg yang bermental pencari kerja ini akan berupaya dengan segala cara untuk bisa lolos sebagai anggota dewan meski harus mengeluarkan dana yang cukup besar.
“Angan-angan mereka dengan berbagai cara termasuk dana yang besar berharap lolos sebagai anggota dewan, namun mereka tidak siap mental ketika gagal, karena kecewa terlalu dalam sering berperilaku aneh,” katanya.
Menurut dia, dari sisi perasaan dan finansial kekecewaan tersebut menimbulkan frustrasi yang dalam sehingga kalau tidak mampu mengendalikan diri bisa saja seseorang itu bunuh diri.
“Dalam waktu dekat saya prediksikan akan terjadi fenomena aneh yang lain, menyusul banyaknya caleg yang gagal dalam pemilu legislatif,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, menjadi wakil rakyat merupakan pekerjaan yang besar sehingga perlu dilakukan pendidikan politik yang baik.
“Pendidikan politik ini ke depan penting diberikan untuk para caleg, baik sebelum mencalonkan diri maupun setelah menjadi wakil rakyat,” katanya.
Melalui pendidikan politik yang memadai untuk para caleg, mereka akan mampu mengukur diri sendiri untuk terus maju sebagai wakil rakyat atau tidak.
“Partai politik juga harus lebih selektif menempatkan kadernya menjadi wakil rakyat, bukan hanya karena telah lama menjadi partisan partai atau ada sumbangsih yang nilainya besar, mereka diloloskan sebagai caleg,” katanya.
Noor Rahman mengatakan, untuk meminimalkan stres bisa melakukan pendekatan spiritual maupun mental termasuk pendekatan psikologi religius.
“Pendekatan tersebut penting ebagai ’obat’ untuk caleg yang stres karena harapannya tidak terwujud,” katanya.
Ia mengatakan, posisi anggota legislatif dalam Pemilu 2009 seakan menjadi lahan pekerjaan baru bagi masyarakat sehingga mereka tertarik menjadi caleg dengan harapan dan angan-angan yang besar.
“Padahal mereka sesungguhnya tidak memiliki idealisme menjadi anggota legislatif yang mengutamakan kepentingan rakyat,” katanya. ABD/kcm
Hal tersebut disampaikan Staf pengajar Fakultas Kedokteran Umum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. Warih Andan Puspitosari, M.Sc., Sp.Kj., saat berdiskusi mengenai “Fenomena Stress yang Dihadapi Oleh Caleg RI”, Rabu (15/4) di Kampus Terpadu UMY.
Menurut Warih, di dalam kehidupan sudah menjadi hal yang wajar apabila manusia dihadapkan pada suatu permasalahan. “Namanya juga hidup, hal yang wajar dan biasa tentunya apabila manusia akan menemui permasalahan. Namun, bagaimana manusia beradaptasi dan menghadapi permasalahan dengan bijaksana itulah yang mungkin belum dimiliki para caleg. Untuk itu, melihat fenomena semacam ini, semuanya kembali ke personal masing-masing apakah mereka memiliki daya tahan mental kuat dalam menghadapi masalah atau tidak, ” tuturnya.
Untuk itu, Warih mengatakan perlunya Caleg mempunyai daya tahan mental kuat sehingga mampu beradaptasi dan menghadapi permasalahan. “Terlebih, para Caleg terpilih nantinya akan mengurus Negara yang pastinya masalah akan jauh lebih besar. Jadi, jika dalam proses daya tahan seorang caleg tidak stabil, bagaimana mengurus Indonesia yang sebesar ini,” ungkap Warih.
Selain itu, Warih juga berharap agar pemerintah memberikan aturan yang lebih standar untuk persyaratan tes kesehatan fisik dan mental bagi Caleg. “Memang selama ini sudah ada persyaratan mengenai tes sehat fisik dan mental bagi Caleg, namun terkadang terdapat instrumen yang berbeda dalam setiap rumah sakit. Untuk itu, diperlukan adanya aturan yang lebih standar mengenai komponen dalam tes kesehatan tersebut. Tak sekadar secara klinis, namun juga ada tes yang dapat mengetahui karakter dasar dan potensi mental yang dimunuculkan pas tes kesehatan tersebut,” paparnya.
Lebih lanjut, Warih menjelaskan penyebab stres bisa disebabkan karena beberapa faktor, baik faktor internal dan eksternal. “Dalam fenomena ini, faktor eksternal dimungkinkan mempertinggi tingkat stres para Caleg mengingat proses pencalegan saat ini tergolong besar dengan berbagai permasalahannya. Apabila Caleg tersebut merasa tertekan, bisa dimungkinkan stres dapat terjadi,” ucap Warih. Faktor eksternal tersebut, contohnya banyaknya uang yang harus dikeluarkan para Caleg dalam proses pencalegan, padahal belum tentu uang tersebut milik pribadi Caleg, termasuk harapan besar dari keluarga Caleg yang justru mengakibatkan Caleg tersebut malu apabila tidak lolos dalam Pileg.
PURBALINGGA, KOMPAS.com — Hari pencontrengan Pemilu Legislatif, 9 April, telah berlalu. Namun, kisah sedih, khususnya para caleg yang stres gara-gara tidak bisa duduk di kursi Dewan, semakin hari semakin bertambah. Seperti halnya di Balai Rehabilitasi Mental di Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga (Jateng), kini menerima kembali lima caleg stres. Hingga saat ini, teradapat 14 caleg stres yang dirawat dan tinggal bersama manusia kanibal Sumanto.
“Saat ini sudah ada 14 caleg dan tim sukses caleg yang depresi akibat pemilu dan dirawat di tempat kami. Ada tiga orang lagi yang sudah memesan dan akan segera datang. Yang jelas, kamar kami masih mencukupi karena ada 25 kamar yang disiapkan,” kata pengelola Balai KH Supono Mustajab, Sabtu (18/4).
Supono mengatakan, meski kamar yang disiapkannya masih cukup, dia berharap jumlah caleg stres tidak terus bertambah. “Mudah-mudahan saja jumlah caleg stres tidak bertambah lagi. Kasihan mereka,” kata Kiai Supono.
Terhadap pasien spesial ini, Supono yang juga menjadi caleg di DPRD Purbalingga, berniat akan membebaskan biaya pengobatannya. Hal itu karena pertimbangan kemanusiaan. “Mereka sudah habis uang banyak untuk nyaleg. Sebagian uang itu adalah hasil utang sana-sini yang akan dikembalikan kalau jadi. Tetapi ternyata mereka tidak jadi,” kata Supono yang belum mengetahui apakah dirinya lolos caleg atau tidak.
Namun, Supono menegaskan, yang digratiskan hanya akomodasi dan tempat selama menjalani perawatan. Sementara untuk biaya obat dan jasa dokter tetap harus dibayar. Sebab, Supono mengaku tidak bisa membuat obat maupun melakukan pengobatan secara medis sendirian.
Para pasien khusus ini berasal dari berbagai daerah. Ada yang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Kalimantan dan Sumatera. Makanya ketika TV swasta ramai-ramai menayangkan wajah mereka yang dirawat di Wisma Sumanto—demikian julukan tempat rehabilitasi itu—keluarga mereka komplain kepada Supono.
“Mereka malu karena masyarakat jadi tahu keluarganya yang nyaleg tidak jadi, ternyata stres dan dirawat di sini. Mereka komplain mengapa saya mengizinkan wartawan mengambil gambar. Mereka malah saya salahkan karena ketika mengantar pasien tidak bilang kalau pasien itu adalah caleg,”ujarnya.
Sebagian besar keluarga yang datang saat mengantarkan si caleg gagal itu hanya mengatakan bahwa pasien depresi dan tidak menjelaskan penyebabnya. Kedok itu terbuka ketika si pasien berteriak-teriak sendiri di kamarnya seolah sedang kampanye di atas panggung terbuka.
“Tentu saja hal ini menarik perhatian. Setelah pasien saya tanya, dia mengaku menjadi caleg. Ada yang pintar ngomong tentang politik, ada juga yang hanya mengumbar senyum, tetapi ada juga yang bawaannya marah melulu dan seperti mau mengajak berkelahi siapa pun yang ada di depannya,” ujar Supono.
Pasien yang marah-marah dan berpotensi mengamuk terpaksa dimasukkan di ruangan khusus berjeruji. Tujuannya agar dia tidak melukai pasien lain, keluarganya, atau petugas balai rehabilitasi. Setelah mendapat penanganan medis maupun rohani selama beberapa hari, mereka kemarin sudah nampak tenang. Joko, pasien asal Wonosobo (Jateng) yang mengaku caleg dari PKB, mengaku tenang setelah dirawat di Bungkanel.
“Saya senang berada di sini karena tenang. Saya juga senang karena di sini dapat makan dan ada pengajian. Tapi saya tidak mau lagi ngomong soal pemilu,” kata Joko. (PRASETYO)
| Di ulang tahunnya yang ke-25, Slank dapet banyak kejutan. Bukan cuma dari para Slankers, tapi dari seorang menteri, dan 3 cewek seksi.
Bertempat di Lapangan Kodam Surabaya, hari Senin (29/12) lalu puluhan ribu Slankers menyanyikan lagu Happy Birthday saat Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho, dan Ivanka naik ke atas panggung. Hari itu Slank emang sedang menggelar konser 25 Tahun Slank Membumi, yang selain sebagai perayaan ulang tahun mereka, juga sekaligus sebagai promo handphone Esia-Slank yang baru aja diluncurkan. Sejak awal konser dimulai tepat pukul 9, Slank udah memberikan kejutan dengan membuka acara dengan penampilan sebuah orkestra. Musik tradisional juga nggak ditinggalkan karena di tengah pertunjukan, grup Joger asal Bali ikut bermain mengiringi mereka.
Menjelang konser berakhir, Slankers kembali dikejutkan dengan kemunculan dua musisi legendaris, Ian Antono dan Ahmad Albar. Spontan tepuk tangan riuh pun terdengar saat dua musisi yang jadi inspirasi anak-anak Slank untuk membuat band ini selesai membawakan lagu Rumah Kita. Para Slankers bukan satu-satunya yang dibombardir kejutan oleh band idolanya. Anak-anak Slank juga dibuat kaget ketika Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault, tiba-tiba naik ke atas panggung membawa sebuah plakat. Pak Menteri malam itu khusus datang ke Surabaya untuk menganugerahi Slank gelar Inspirator Anak Bangsa. Tapi nggak lengkap rasanya kalo Pak Menteri cuma ada di atas panggung selama 3 menit. Akhirnya Kaka mengajak beliau untuk bernyanyi lagu Ku Tak Bisa yang kebetulan adalah lagu favorit Pak Menteri. Konser ditutup tepat jam 11 oleh semburan kembang api yang mengiringi lagu Kamu Harus Pulang. Happy Birthday, Slank! Semoga pesta ultah semeriah ini bisa kembali digelar 25 tahun lagi. (hai-online.com) |
pencuri template blog :si manis, humoris, and romantis || didukung oLeh :pensiLkaYu.